Cara Program Sensor LDR Modul Arduino

Pada pembahasan kali ini kita akan belajar mengenai cara program sensor LDR. Sensor LDR atau yang memiliki kepanjangan Light Dependent Resistor ini adalah komponen eletronika jenis resistor yang mempunyai nilai dapat berubah-ubah tergantung dari intensitas cahaya yang menyinari permukaannya. Prinsip kerja dari sensor LDR ini adalah jika cahaya yang menyinari sensor semakin terang maka akan membuat resistansi akan berubah turun sampai dengan beberapa ratus ohm, namun apabila kondisi cahaya yang diterima oleh sensor semakin gelap maka membuat  resistansi menjadi cukup besar sampai dengan MΩ. Sehingga dengan memanfaatkan sensor LDR, kita dapat membuat sebuah  proyek sederhana menggunakan arduino untuk membuat fungsi LDR sebagai saklar untuk menghidupkan dan mematikan lampu teras ataupun lampu jalan sampai dengan membuat lampu emergency untuk penerangan darurat. Berikut adalah tampilan fisik dari sensor LDR.

Cara Program LDR

Cara Program Sensor LDR Modul Arduino

Dalam proyek arduino ini kita akan membuat rangkaian sederhana yang bertujuan untuk membuat saklar otomatis dengan menggunakan LDR. LDR sendiri merupakan sensor yang harganya murah dan dapat dibeli di toko online maupun toko elektronik terdekat. Cara kerja dari rangkaian ini adalah setiap kali ruangan menjadi gelap maka lampu yang terhubung pada relay akan menyala, dan sebaliknya apabila ruangan mendapatkan cahaya yang terang maka lampu akan padam.

Gambar Rangkaian

Berikut ini adalah contoh rangkaian untuk sensor LDR :

Gambar 1. Rangkaian LDR

 

Gambar 2. Rangkaian Dengan LDR Light Detection Module

Pada gambar diatas terdapat dua buah rangkaian yang sama-sama menggunakan sensor LDR sebagai inputnya. Untuk gambar 1 hanya menggunakan LDR dan output adalah sebuah LED. Kemudian pada gambar kedua input yang digunakan adalah LDR dalam bentuk modul dan ouput yang digunakan adalah sebuah modul relay 5VDC. Pada prinsipnya, kedua rangkaian tersebut memiliki cara kerja yang sama, hanya saja pembacaan nilai resistansi LDR dengan Modul LDR memiliki perbedaan. Untuk hasil dari kedua rangkaian ini akan dijelaskan dibawah ini.

1. Rangkaian LDR

Peralatan yang dibutuhkan :

  1. LED 3mA
  2. Resistor 220 Ohm
  3. Resistor 10K
  4. LDR
  5. Arduino UNO
  6. Breadboard
  7. Kabel Jumper

Langkah Untuk Membuat Rangkaian dan Pemrograman :

  1. Satu kaki LDR terhubung dengan pin VCC (5V) pada Arduino dan satu kaki selanjutnya ke pin analog A5 pada Arduino UNO dengan kabel jumper.
  2. Satu kaki resistor 10K terhubung dengan pin GND pada Arduino dan satu kaki selanjutnya ke pin analog A5 pada Arduino UNO.
  3. Satu kaki resistor 220 Ohm terhubung dengan pin digital 3 dan satu kaki selanjutnya ke Anode LED.
  4. Hubungkan kaki katode LED ke pin Ground (GND) pada Arduino UNO.
  5. Setelah rangkaian selesai, lanjut dengan membuat sketch program pada software Arduino IDE . Sketch untuk rangkaian LDR ditunjukkan oleh contoh program LDR dibawah ini.
  6. Compile sketch yang telah dibuat
  7. Hubungkan Arduino UNO dengan komputer menggunakan kabel USB dan upload ke Arduino yang digunakan.

Berikut ini adalah contoh coding dari sensor LDR :

Cara Program Sensor LDR Arduino

Lanjut dengan pemrograman, maka kali ini kita akan membuat program untuk membaca input dari sensor LDR. Arduino akan membaca input analog dari sensor LDR selanjutnya hasilnya akan dibandingkan apakah Arduino perlu menghidupkan LED atau tidak yang disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi atau nilai yang terbaca pada sensor LDR.

Dalam sketsa ini nilai cahaya ambang batas yang di tetapkan adalah melalui variable tegangan yaitu lebih kecil sama dengan 1, tetapi nilai yang didapat bisa bervariasi untuk proyek anda. Diperlukan pencarian nilai khusus untuk menyalakan LED. Untuk menentukan ambang batas bisa di modifikasi baik itu melalui variable tegangan “voltage” ataupun dengan nilai LDR “sensorValue” sesuai dengan program.

Tampilan pada serial monitor :

Nilai LDR yang saya dapat ketika ada cahaya adalah :

sensorValue : 267 – 276

voltage : 1.30 – 1.36

Nilai LDR yang saya dapat ketika tidak ada cahaya adalah :

sensorvalue : 16 – 2

voltage : 0.08 – 0.01

Penjelasan :

  • Pin LDR yang merupakan alias “sensorPin” ini merupakan pin A5 yang akan digunakan untuk membaca masukan dari sensor LDR.
  • Nilai LDR “sensorValue” digunakan sebagi variabel untuk penyimpanan nilai yang didapat dari sensor LDR.
  • Pada void setup terdapat instruksi “Serial.begin(9600)” yang berarti baud rate yang digunakan untuk komunikasi antara Arduino UNO dengan komputer adalah 9600bps dan instruksi.
  • Output untuk LED “pinMode (7, OUTPUT)” adalah instruksi untuk mengatur pin digital 7 pada Arduino sebagai pin output.
  • Pada void loop, pada baris pertama data dari LDR akan dibaca melalui “sensorPin” dan hasilnya akan disimpan kedalam variabel “sensorValue”.
  • Pada baris kedua dalam void loop, nilai LDR yang sudah didapat akan dicetak ke serial monitor menggunakan instruksi. Serial.println (sensorValue);
  • Data nilai LDR yang sudah didapat kemudian akan diubah menjadi nilai tegangan dan disimpan kedalam variabel tegangan.
  • Selanjutnya nilai dari variabel tegangan “voltage” akan dibandingkan. Jika nilai variabel tegangan lebih kecil atau sama dengan 1 maka LED yang terhubung ke pin digital 7 akan dinyalakan, tetapi jika nilai variabel tegangan tidak lebih kecil atau tidak sama dengan 1 maka LED yang terhubung ke pin digital 7 akan dipadamkan.

Untuk ambang batas variabel tegangan yang bernilai 1, dapat sesuaikan dengan keaadan di lapangan.

2. Rangkaian Dengan LDR Light Detection Module

 

Untuk penggunaan modul LDR, caranya sama dengan cara yang digunakan diatas, hanya saya pada rangkaian kedua menggunakan sensor LDR dalam bentuk modul dan output yang digunakan adalah relay 5 Vdc untuk menghidupkan lampu. Kemudian nilai LDR yang didapat juga akan berbeda sehingga dibutuhkan pengaturan nilai LDR untuk menghidupkan relay. Karena pada rangkaian ini menggunakan relay dengan tegangan AC daya tinggi maka pastikan mengambil tindakan pencegahan yang aman.

Langkah Untuk Membuat Rangkaian

  1. Rangkailah semua komponen seperti pada gambar rangkaian diatas
  2. Setelah rangkaian telah selesai, langkah selanjutnya adalah membuat sketch program pada software Arduino IDE seperti contoh program diatas
  3. Compile sketch yang telah dibuat
  4. Hubungkan Arduino UNO dengan komputer menggunakan kabel USB dan upload ke Arduino UNO yang digunakan. (Jangan lupa untuk memastikan board dan port yang digunakan)
  5. Bukalah serial monitor pada Arduino IDE dengan baudrate 9600, sehingga nilai analog yang terbaca dapat terlihat
  6. Tentukan ambang batas nilai sensor untuk menentukan kapan relay harus hidup dan padam.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *