Cara Program Sensor PIR Arduino

Pada postingan kali ini kita akan menunjukan cara program sensor PIR dan membuat sebuah proyek menggunakan Sensor PIR HC-SR501 untuk mendeteksi gerakan manusia sehingga dapat menghidupkan sebuah lampu. Sebelum masuk kedalam proyek, akan dijelaskan sedikit mengenai prinsip kerja dari sensor PIR ini. Passive Infrared Receiver atau yang disebut sensor PIR ini merupakan sensor inframerah pasif yang biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya pergerakan yang berada dalam  jangkauan sensor. Sensor PIR ini juga diaplikasikan untuk alarm keamanan dan aplikasi pencahayaan otomatis.

Cara Program Sensor PIR Arduino

Sensor PIR ini terbuat dari perangkat pyroelectric yang berfungsi untuk mendeteksi berbagai tingkat radiasi inframerah. Ketika manusia ataupun binatang ada didalam jangkauan sensor alat ini akan mendeteksi gerakan karena tubuh manusia ataupun hewan mengeluarkan energi panas dalam bentuk radiasi inframerah. Saat sinyal inframerah dalam jangkauan sensor berubah dengan cepat maka sensor akan mengirimkan ouput untuk mengindikasi adanya gerakan. Pada modul ini juga dilengkapi dengan lensa Fresnel yang dirancang khusus untuk memfokuskan sinyal inframerah pada sensor.

 

Map Pin Cara Program Sensor PIR Arduino

Pada sensor PIR HC-SR501 seperti gambar di atas memiliki dua buah potensiometer bawaan, untuk potensiometer sebelah kiri berfungsi untuk mengatur waktu tunda (sedangkan untuk potensio sebelah kanan berfungsi untuk mengatur sensitivitas. Untuk fungsi pin 1 pada gambar diatas merupakan pin power untuk sensor PIR yang dimana sensor ini membutuhkan tegangan sebesar 5 Vdc agar dapat bekerja. Kemudian pin 2 merupakan pin output sensor sebesar 3,3 Vdc untuk high dan 0Vdc untuk low. Untuk yang pin 3 merupakan pin Ground.

Membuat Saklar Otomatis Menggunakan Sensor PIR dan Arduino

Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah Arduino UNO akan membaca input dari sensor PIR. Apabila sensor PIR mendeteksi adanya gerakan maka pergerakan ini dapat dideteksi dengan mengecek logika high pada pin output sensor sehingga arduino akan memerintah relay untuk hidup dan menyalakan lampu. Berikut adalah gambar rangkaian proyek saklar otomatis dengan menggunakan sensor PIR HC-SR501 yang dibuat dengan software fritzing.

 

Komponen yang diperlukan untuk rangkaian ini

  1. Sensor PIR HC-SR501
  2. Arduino UNO
  3. Relay 5 Vdc
  4. Breadboard
  5. Kabel Jumper
  6. Kabel 220 Vac
  7. Fitting dan Lampu

Keterangan Rangkaian :

  1. Pin VCC dari sensor PIR dan Relay terhubung dengan pin VCC Arduino UNO.
  2. Pin GND dari sensor PIR dan Relay terhubung dengan Ground (GND) Arduino
  3. Hubungkan pin output sensor PIR dengan pin digital 2 Arduino
  4. Hubungkan pin IN Relay dengan pin digital 4 Arduino
  5. Hubungkan lampu pada relay
  6. Setelah selesai membuat rangkaian, langkah selanjutnya adalah membuat sketch program pada software Arduino IDE. Sketch untuk rangkaian sensor PIR ditinjukan oleh contoh program dibawah ini.
  7. Compile sketch yang telah dibuat
  8. Hubungkan Arduino UNO dengan komputer menggunakan kabel USB dan upload ke Arduino UNO yang digunakan. (Jangan lupa untuk memastikan board dan port yang digunakan)
  9. Buka serial monitor pada Arduino IDE sehingga perubahan yang dibaca dari sensor PIR dapat terlihat.

Program Saklar Otomatis

Penjelasan Program :

  1. Untuk diawal program kita definisikan terlebih dahulu nama lain untuk pin digital arduino serta variabel.
  2. Pada pin digital 2 arduino yang terhubung dengan pin output sensor PIR diberi nama pinPIR
  3. Selanjutnya pada pin digital 4 arduino yang yang terhubung pada pin IN relay diberi nama pinRelay
  4. Untuk statusPIR akan berfungsi sebagai variabel penampung dari kondisi yang akan dibaca dan pada program ini diinisialisai dengan nilai 0
  5. Selanjutnya pada void setup didefinisikan arah dari pin digital yang digunakan, pinPIR diatur sebagai pin INPUT dan pinRelay diatur sebagai pin OUTPUT. Kemudian pengaturan baud rate untuk komunikasi serial sebesar 9600bps.
  6. Kemudian pada void loop output digital dari sensor PIR akan dibaca melalui pin PIR dan hasilnya akan disimpan pada variabel statusPIR.
  7. Jika statusPIR bernilai HIGH maka, pinRelay akan berlogika HIGH kemudian akan menghidupkan relay dan lampu dengan delay 10 detik
  8. Kemudian arduino akan mengirimkan string “ADA GERAKAN DELAY 10 DETIK” secara serial.
  9. Jika statusPIR bernilai LOW maka, pinRelay akan berlogika LOW kemudian akan mematikan relay dan arduino akan mengirimkan string “TIDAK ADA GERAKAN” secara serial.

Berikut adalah tampilan dari komunikasi serial :

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *