Fungsi dan Cara Kerja Boiler Beserta Komponen Boiler

Fungsi boiler adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan uap (steam). Uap yang dihasilkan oleh boiler pada umumnya dihasilkan melalui proses pembakaran bahan bakar yang kemudian menghasilkan panas untuk memanaskan air, sehingga air yang dipanaskan hingga mencapai temperatur tertentu maka dapat menghasilkan uap. Pada hotel ataupun industri uap yang dihasilkan oleh boiler dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti keperluan laundry, sterilisasi, kitchen, air panas, packaging dan lain-lain. Terdapat berbagaimacam jenis-jenis boiler yang dimana jenis boiler tersebut dapat dibedakan melalui cara kerja boiler, karakteristik, tipe pipa dan juga melalui bahan bakarnya. Beberapa jenis boiler yang kita kenal saat ini berdasarkan tipe pemipaannya contohnya seperti fire tube boiler dan water tube boiler. Salah satu jenis boiler dengan tipe water tube boiler adalah Once Through Boiler.

Once Through Boiler adalah salah satu jenis boiler yang sering dipakai saat ini, yang dimana beberapa keunggulan dari boiler jenis ini adalah memiliki efisiensi yang tinggi, hemat air dan bahan bakar, dan memiliki ukuran yang tidak banyak memakan tempat. Berikut akan dijelaskan tentang bagaimana cara kerja dan fungsi dari komponen boiler pada umumnya.

Fungsi dan Cara Kerja Boiler Beserta Komponen Boiler

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara kerja atau prinsip kerja dari once through boiler :

Fungsi dan Cara Kerja Boiler Beserta Komponen Boiler
Fungsi dan Cara Kerja Boiler Beserta Komponen Boiler

Pada bagian awal air masuk dari bagian bawah pipa dan menuju kedalam pipa kecil yang disusun berkeliling membentuk lingkaran. Agar boiler dapat menghasilkan uap maka diperlukannya proses untuk memanaskan pipa air, yaitu dengan cara pembakaran bahan bakar melalui burner yang terletak pada bagian tengah pusat body boiler yang disebut dengan ruang pembakaran. Dalam proses pembakaran oleh api pada burner, maka akan dibarengi dengan timbulnya asap yang berasal dari hasil pembakaran. Kemudian ketika asap yang dihasilkan menyentuh pipa air maka dapat memanaskan pipa kemudian asap akan keluar dari sela-sela pipa air. Dengan desain body boiler yang tertutup, asap tersebut akan terkumpul dan keluar dari cerobong asap yang disebut chimney. Dengan proses tersebut maka uap yang dihasilkan pada boiler ini akan keluar ke bagian atas boiler melalui lubang keluar uap (steam outlet).

Komponen-komponen Boiler

Sebuah boiler haruslah dilengkapi dengan komponen dan aksesoris yang mendukung, sehingga boiler dapat bekerja dengan baik dan aman.  Berikut ini adalah komponen yang umum ditemukan pada semua jenis boiler :

1. Water Pump

Water pump merupakan pompa yang berfungsi untuk menekan air dari tangki air (water tank) menuju ke dalam proper boiler agar tidak kalah dari tekanan boiler.

2. Water Level Gauge

Water level gauge berfungsi untuk melihat level permukaan air pada proper boiler. Ketika air masuk ke dalam proper boiler dan begitu mencapai volume tertentu, maka secara otomatis supply air akan berhenti. Karena level air dalam proper tidak dapat dilihat, oleh sebab itu level air dalam proper dapat dilihat dengan water level gauge yang di pasang di luar. Level permukaan air yang digambarkan water level gauge sama dengan level permukaan air  yang terisi dalam proper.

3. Separator

Karena uap yang dihasilkan oleh boiler  masih keadaan basah atau mengandung tetesan air, maka boiler memerlukan sebuah komponen yang disebut separator. Separator ini berfungsi untuk memisahkan uap air dengan air yang keluar dari boiler, hal ini berfungsi untuk menghindari agar air tidak ikut terbawa oleh uap. Sehingga uap yang keluar dari separator adalah uap kering (dry steam). Sedangkan tetesan air akan kembali lagi menuju boiler untuk dipanaskan kembali.

4. Burner

Seperti yang dijelaskan diatas, Burner adalah alat yang berfungsi untuk membakar pipa air di dalam proper. Pada bagian burner ini terdiri atas satu buah nozzle dan dua buah batang elektroda yang berfungsi untuk pengapian.

5. Blower

Komponen blower pada boiler berfungsi untuk mengirimkan udara yang diperlukan ke ruang pembakaran di dalam proper. Hal ini berfungsi agar proses pembakaran dapat terjadi. Fungsi lain dari blower juga untuk mengirimkan udara kedalam ruang bakar untuk mengeluarkan gas sisa sebelum pengapian boiler dimulai (pre-purge). Begitu juga setelah pemadaman api boiler maka blower akan berputar mengirimkan udara keruang bakar untuk mengeluarkan gas sisa (post-purge). Dengan proses tersebut blower bekerja sebelum dan sesudah pembakaran.

6. Economizer

Gas buang yang dikeluarkan oleh boiler merupakan gas yang memilki temperatur tinggi sehingga dapat digunakan untuk memanaskan water supply, oleh sebab itu terpasanglah komponen yang dinamakan economizer. Economizer adalah komponen boiler yang berfungsi untuk memanaskan water supply sebelum masuk ke dalam boiler dengan memanfaatkan kalor yang berasal dari gas buang.

7. Pressure switch dan safety pressure switch

Pressure switch pada boiler berfungsi untuk mengontrol tekanan dalam boiler agar tetap stabil. Kemudian terdapat juga safety pressure switch yang berfungsi untuk mematikan mesin apabila tekanan dalam boiler mencapai tekanan yang tidak normal.

8. Safety valve

Pengontrolan tekanan body pada boiler tidak berarti aman apabila diserahkan pada pressure switch saja. Apabila terjadi kerusakan pada pressure switch, maka dapat membuat tekanan dalam body akan mulai naik dengan cepat sehingga boiler mungkin saja bisa meledak. Oleh sebab itu dibutuhkan instalasi keamanan yang disiapkan untuk keadaan darurat yaitu safety valve. Safety valve berfungsi untuk mengeluarkan uap dan menurunkan tekanan apabila tekanan telah melebihi batas yang ditentukan.

9. Fire detector

Fire detector merupakan komponen yang berfungsi untuk mendeteksi api yang keluar dari burner. Api yang berbahan bakar minyak akan mengeluarkan sinar infrared dan bersinar berwarna merah sedangkan api yang berbahan bakar gas akan mengeluarkan sinar ultraviolet dan bersinar berwarna biru.

10. Twin water level

Twin water level berfungsi untuk mencegah kerusakan pipa akibat panas pada saat start up

11. Thermocouple dan scale monitor

Thermocouple adalah sensor panas yang akan mematikan mesin apabila suhu pipa mencapai 350ºC. Kemudian scale monitor berfungsi sebagai sensor scale atau pengapuran didalam pipa air yang akan membunyikan alarm apabila ketebalan scale mencapai 0.3 mm.

12. Thermostat

Thermostat berfungsi untuk mengukur suhu pada gas buang boiler dan ketika suhu gas buang mencapai 500ºC maka secara otomatis akan mematikan mesin boiler dan menyalakan alarm.

Demikian pembahasan mengenai cara kerja dan komponen-komponen boiler, apabila ada yang ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *