Fungsi VSD Serta Kegunaannya pada Hotel dan Industri

Fungsi VSD yang merupakan singkatan dari “Variable Speed Drive” ini adalah sebuah alat yang memiliki fungsi utama yaitu untuk mengontrol kecepatan, torsi, akselerasi, deselerasi, dan juga arah putaran motor. VSD sering disebut dengan Variable Frequency Drive dan juga Inverter. Variable Speed Drive ini biasanya diaplikasikan untuk motor AC maupun DC, namun inverter umumnya digunakan untuk pengaplikasian motor AC. Cara kerja alat VSD ini dalam mengontrol kecepatan motor adalah dengan mengubah nilai frekuensi tegangan yang masuk pada motor sehingga mendapatkan kecepatan putaran dan torsi motor yang sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.

Fungsi VSD Serta Kegunaannya pada Hotel dan Industri
Fungsi VSD Serta Kegunaannya pada Hotel dan Industri

Fungsi Utama dan Kelebihan Menggunakan VSD

Ada berbagai macam cara untuk mengatur dan mengurangi kecepatan motor. Jika pada masa-masa sebelumnya sistem yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor adalah dengan menggunakan sistem mekanik, seperti penggunaan gear box ataupun reducer, kemudian beralih ke motor slip/pengereman maka pada jaman sekarang banyak yang menggunakan komponen semikonduktor.

Mengontrol kecepatan motor dengan menggunakan VSD memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Berikut adalah berbagaimacam kelebihan dari penggunakan VSD atau inverter ini :

  1. Dapat mengurangi arus starting motor dan pemakaian energi listrik menjadi semakin hemat
  2. Memperhalus start awal motor
  3. Mempunyai percepatan (acceleration) dan perlambatan (decleration) yang dapat dikontrol
  4. Arah dari putaran motor yang dapat diatur
  5. Pengaturan kecepatan dan tenaga putaran (torque) motor yang bervariasi
  6. Dilengkapi dengan sistem proteksi motor yang baik
  7. Proses monitoring ataupun pengecekan menjadi lebih mudah
  8. Proses kontrol yang efisien
  9. Memperhalus pengoperasian dimana suara berisik yang dihasilkan oleh panel konvensional dapat dimimalisir
  10. Dapat dipadukan dengan PLC

Fungsi VSD Serta Kegunaannya pada Hotel dan Industri

Pada hotel maupun industri yang khususnya melayani pelayanan publik seperti PDAM, rumah sakit dan lainnya, banyak kita temukan penggunaan peralatan yang berfungsi untuk mengefektifkan penggunaan energi listrik. Misalnya penggunaan metode starting motor menggunakan sistem start delta ataupun soft stater pada motor. Selain metode tersebut, saat ini juga mulai banyak kita temui penggunaan VSD atau yang sering kita sebut dengan inverter yang berfungsi untuk pengaturan motor dengan berbagai macam keunggulannya untuk efisiensi dan saving energy.

Lain halnya pada sistem pengaturan konvensional yang dimana kecepatan putaran motor berlangsung secara konstan. Tetapi dengan menggunakan VSD/inverter kita dapat mengubah nilai kecepatan-kecepatan motor secara tak terbatas selama masih dalam rentang operasionalnya.

Contoh Pengaplikasian VSD pada Hotel

VSD atau inverter ini biasanya di aplikasi pada sistem :

  • Pompa booster
  • Kontrol fan
  • Mesin dishwashing
  • Colling tower
  • AHU
  • Pintu gerbang otomatis
  • dan lain sebagainya.

Penggunaan VSD untuk mengatur kecepatan motor biasanya dapat menggunakan kontrol konvensional. Komponen tambahan yang digunakan untuk mengatur motor yaitu :

  • Potensiometer
  • Selector switch
  • Run/jog switch
  • Push button start dan push button stop

Penggunaan VSD dilapangan biasanya dipadukan dengan menggunakan aplikasi PLC. Dengan dipadukan menggunakan PLC kita dapat mengontrol Variable Speed Drive secara remote dan juga terkoneksi ke HMI apabila dalam sistem kita menggunakan pengaplikasian SCADA.

Pemilihan VSD / Inverter pada Motor

Pemilihan penggunaan VSD yang dibutuhkan tentunya di pilih dengan memperhatikan spesifikasi/parameter dari motor yang digunakan. Seperti dengan melihat daya motor, tegangan dan frekuensi motor yang digunakan. Ini sangat penting karena VSD/Inverter yang digunakan harus sesuai dengan parameter motor yang dikontrol. Pemilihan VSD juga ditentukan berdasarkan keperluan apa saja yang dibutuhkan dalam pemakaian VSD tersebut, karena masing-masing VSD memiliki spesifikasi yang berbeda-beda.

Terdapat banyak produk VSD yang beredar dipasaran yang berasal dari berbagai vendor, seperti Altivar dari Schneider Electric, Mitsubishi, Siemen, dan lain-lain.

Contoh dalam pemilihan VSD :

Ketika kita mempunyai motor dengan tegangan suplai 3 phasa dengan motor power sebesar 1.1 kW, maka kita memerlukan VSD dengan spesifikasi daya diatas 1.1 kW seperti 1.5 kW dan pastikan tegangan keluar dari VSD harus sama dengan tegangan motor.

Sebenarnya untuk mengontrol motor 1.1 kW kita bisa menggunakan VSD dengan spesifikasi 1.1 kW, tetapi dengan syarat pemakaian motor tersebut digunakan untuk beban yang kecil atau tidak digunakan dengan daya yang maksimal. Jadi sangat penting untuk mengetahui spesifikasi dari motor yang digunakan seperti arus pada motor saat dijalankan dengan beban. Hal ini juga penting untuk pengaturan proteksi motor. Pemilihan VSD dengan mendekati daya motor akan lebih efisien ketimbang memilih VSD yang memiliki spesifikasi jauh diatas dari daya motor yang digunakan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *